Ketenangan · 2 menit baca
Memberi ruang untuk jeda
Di tengah hari yang penuh, beristirahat juga bagian dari merawat amanah.

Ada hari ketika tubuh sudah sampai di rumah, tetapi pikiran masih tertinggal pada pekerjaan. Pesan belum dibalas, tugas belum selesai, dan kita merasa bersalah setiap kali berhenti. Padahal, tidak semua hal harus dituntaskan pada saat yang sama.
AYAT UNTUK DIRENUNGKANOleh karena begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat, Isa berkata kepada mereka, “Marilah kita menyepi ke tempat yang sunyi dan beristirahat sejenak.”
Marqus 6:31 · Kitab Al-Injil ID
Renungan
Dalam Marqus 6:31, Isa mengajak para pengikutnya menyepi dan beristirahat di tengah banyaknya orang yang datang dan pergi. Ajakan itu memberi ruang untuk melihat kelelahan dengan lebih jujur. Kebutuhan untuk berhenti tidak perlu kita sembunyikan.
Kita dapat mengabdi dengan tulus sekaligus mengenali batas diri. Meminta bantuan, menunda hal yang belum mendesak, atau mengatakan bahwa kita perlu istirahat dapat menjadi langkah yang bertanggung jawab.
Langkah hari ini
Cobalah menyediakan sepuluh menit tanpa tuntutan. Letakkan ponsel. Minum air. Duduk dengan nyaman. Perhatikan apa yang sedang terasa, tanpa terburu-buru menilainya. Lalu tanyakan: apa yang sungguh perlu saya kerjakan hari ini, dan apa yang dapat menunggu?
Pertanyaan refleksi
Jeda apa yang paling kamu butuhkan hari ini, dan siapa yang dapat kamu ajak berbagi beban?
Doa penutup
Ya Allah, ajar kami mengenali keterbatasan dengan jujur. Berilah ketenangan untuk beristirahat, keberanian untuk meminta pertolongan, dan hati yang hadir saat kembali melayani. Amin.